Mari berpantun – Usik-mengusik


Rasa nak berpantun tiba-tiba.. chewah!

Bertandang mari ke Kuala Kedah,
Melihat mentari di ufuk senja,
Cincin di jari tersarung sudah,
Bisakah lagi ku tumpang bermanja?

Kulihat buahnya diputar-putar,
Mungkinkah kera di balik kelapa,
Kulihat si dia hati bergetar,
Mungkinkah cinta sudah terjumpa?

Ikan kelisa hendak ke hulu,
Belum pun tiba sudah dijala,
Makan berdua sejak dahulu,
Makan bertiga bilalah pula?

Dodoi-dodoi si anak dara,
Senyummu manis, rambutmu hitam,
Amboi-amboi si ibu muda,
Berpantang tak habis, sudah mengidam?

Menguntum kembang si bunga mawar,
Warnanya cantik mekar kelopak,
Tersenyum abang di pintu kamar,
Mengapa cik adik buat tak nampak?

p/s: jawab, jangan tak jawab! Hehe

8 thoughts on “Mari berpantun – Usik-mengusik

  1. Bunga telipuk tumbuh berseri
    Tepian kali menyeri taman
    Cincin sebentuk sekadar penyeri
    Sembilan jari belum bertuan

    Pohon kemboja pohon meranti
    Tumbuh tinggi dahan sembilan
    Tepuk dada tanyalah hati
    Tepuk dahi henti berangan

    (haha asyik berangan jek!)

    Harum selasih tepian titi
    Tumbuh bersama si rumpun buluh
    Kalau kasih tersimpul mati
    Makan berdua rasa sepuluh

    Jintan manis si buah badam
    Di dalam nasi menambah rasa
    Berpantang tak habis sudah mengidam
    Itulah nasib berlaki muda

    Kalau tumbuh si bunga melati
    Janganlah petik sebelum mekar
    Kalau sungguh hajat di hati
    Dukunglah adik masuk ke kamar

    amacam? berapa markah? hehe aku bosan xde keje kat opis di hari2 terakhir nih ;)

  2. pantun jawab first:
    – cam pelik sbb mcm org pempuan bleh berpasang sembilan dgn menyebut 9 jari kosong!

    pantun jawab kedua:
    – best

    pantun jawab ketiga:
    – ni pun cam pelik, sbb soalan aku bile nak beranak, org yang ketiga makan bersama tu anaklah maksud aku… explanation!

    pantun jawab keempat:
    – best, tp bleh bagi da bomb lagi rasenyer

    pantun jawab kelima:
    – da bomb!!! aku tergelak besar dalam opis tadi hahahahaha

  3. Melihat mentari di ufuk senja
    Di tepian dermaga berlari lari
    Cincin di jari cantik sahaja
    Pemberian keluarga kasihkan diri

    Mungkin kera di balik kelapa
    Terjengah jengah kelihatan ceria
    Pastinya cinta sudah menjelma
    Jangan dilengah kejarlah Dia

    Belum pun tiba sudah dijala
    Ikan haruan juga yang kena
    Makan bertiga menunggu masa
    Sembilan bulan keluarlah ia

    Senyum manis rambutnya hitam
    Amalan ayat kelihatan muda
    Pantang tak habis sudah mengidam
    Perbanyakkan zuriat sebelum tua

    Warnanya cantik mekar kelopak
    Dipetik Jelita bunga kenanga
    Bukannya adik buat tak nampak
    Sudahlah buta deria pun tiada

    … heh heh heh

  4. Hendak daun ku beri daun
    Daunnya dari pohon berangan
    Indah pantun madah bersantun
    Buat sekadar renung-renungan

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s